Peringati Hari Santri dan Dukung SDGs, Mahasiswa PGSD UNUSA Lakukan Pembelajaran Berbasis Lingkungan di Taman Bibit Wonorejo
SURABAYA – Memperingati Hari Santri sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sebanyak 53 mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), menggelar pembelajaran berbasis lingkungan di Taman Bibit Wonorejo, Surabaya, Jumat (23/10/2026). Kegiatan dalam mata kuliah Konsep Dasar IPA ini diisi dengan penanaman bibit sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA), identifikasi jenis tanaman, serta penyusunan media ajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk siswa sekolah dasar.
Kegiatan tersebut didampingi dosen pengampu, Dr. Asmaul Lutfauziah, M.Pd. Dari total peserta, dua mahasiswa merupakan mahasiswa asal Filipina yang menempuh pendidikan di FKIP Prodi S1 PGSD UNUSA semester 3.
Dosen pengampu, Dr. Asmaul Lutfauziah, M.Pd., mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk keterlibatan mahasiswa dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mengimplementasikan semangat Hari Santri melalui aksi nyata.
“Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud aksi nyata mahasiswa UNUSA sebagai santri dalam menjaga alam dan mendukung program SDGs,” ujarnya.
Melalui penanaman bibit sayuran dan TOGA, mahasiswa terlibat langsung dalam aktivitas yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Mereka juga mengidentifikasi berbagai jenis tanaman dengan mengamati karakteristik dan manfaatnya. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman belajar kontekstual yang menghubungkan konsep IPA dengan lingkungan sekitar.
Tidak berhenti pada praktik penanaman dan pengamatan, mahasiswa juga menyusun media ajar IPA untuk siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam mengolah hasil pengamatan menjadi bahan pembelajaran yang konkret dan mudah dipahami anak. Dengan demikian, lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang mendukung pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Pelaksanaan kegiatan ini turut mendukung SDGs, terutama tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan tujuan ke-15 tentang Ekosistem Daratan (Life on Land). Melalui pengalaman belajar langsung, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan akademik sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan kelestarian lingkungan.
Peringatan Hari Santri juga menjadi momentum untuk menguatkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut diterapkan melalui keterlibatan mahasiswa dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari menanam bibit, mengamati tanaman, hingga mengembangkan media ajar. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa semangat pengabdian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan pendidikan.
Partisipasi dua mahasiswa asal Filipina turut menghadirkan interaksi lintas budaya dalam kegiatan pembelajaran. Keterlibatan mereka bersama mahasiswa lainnya menjadi bagian dari pengalaman akademik yang mendorong kolaborasi serta memperluas perspektif mengenai pentingnya kepedulian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran Konsep Dasar IPA tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi secara teoretis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan pedagogis dan karakter mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar. Pengalaman di Taman Bibit Wonorejo diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan tersebut menegaskan bahwa pembelajaran di luar kelas dapat menjadi ruang untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik nyata. Melalui penanaman, pengamatan, dan penyusunan media ajar, mahasiswa PGSD UNUSA didorong untuk mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Komentar
Posting Komentar